Dia memainkan jemarinya di atas bibirku.
Sesekali mataNya tersenyum.
Wajahku merona dan dengan sadar menyimpulkan sebaris senyum.
Perlahan,jemariNya bermain-main di daun telingaku yang lembut.
Dia membisikan kata cinta,”Malam ini untukmu,” ucapnya begitu lembut.
Aku…aku…aku hanya bisa tertawa manja.
Lalu Dia menempelkan bibir lembutnya di bibir merah jambuku.
Dia kecup nyaris tanpa suara.
Aku…aku…aku hanya bisa memejamkan mata.
Tanpa sadar, aku menarik tubuhNya lebih dekat.
Merasakan detak jantungNya yang membentuk irama.
Dia kembali menempelkan bibirNya di bibirku. Tapi kali ini ciumannya begitu dalam.
Dan aku…aku…aku hanya bisa meletakkan tangan kananku di leherNya.
Nikmatnya setiap serat kulit lembut dari bibirnya.
Seketika darah dalam tubuhku mengalir dengan cepat. Melemaskan otot-otot dalam tubuhku.
Aku seakan terbang dan dengan pasrah menyerahkan seluruh tubuhku.
Mainkan jariMu di setiap inci tubuhku cinta.
Tempelkan bibir lembutMu pada lekukan-lekukan tubuhku.
Lepaskan setiap helai identitasku, karena ku tahu percintaan kita tak butuh itu.
Biarkan aku terbaring gemulai dalam kesadaranMu.
Ini malam persetubuhan kita.
Malam kita merayakan cinta.
Malam kita bersentuhan kulit dengan kulit.
Karena persetubuhan adalah perayaan menikmati hidup.
Lakukan dengan perlahan, biar ku nikmati hangatnya tubuhMu lebih lama lagi.
Hingga kita terbangun di pagi hari dan menemukan tanganMu masih memeluk erat tubuh polosku.
Aku milikMu.
Perbuatlah sebagaimana Kau menghendakinya.
Jakarta, 8 Februari 11
Dalam patas AC menuju kantor.
Hari ini sepertinya saya akan jatuh cinta 😀
Reply