{"id":378,"date":"2010-12-28T17:26:36","date_gmt":"2010-12-28T17:26:36","guid":{"rendered":"http:\/\/flyingsolighttothesky.wordpress.com\/?p=378"},"modified":"2010-12-28T17:26:36","modified_gmt":"2010-12-28T17:26:36","slug":"378","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/2010\/12\/28\/378\/","title":{"rendered":"Lagu-lagu Pengumpul Wangsit"},"content":{"rendered":"<p>Disaat <em>deadline <\/em>memburu di depan mata, saya malah membuat postingan ini \ud83d\ude00<\/p>\n<p>Setiap pagi menuju siang, karena saya sampai kantor sekitar jam 10.30, ada rangkaian ritual yang saya lakukan untuk memanggil segala wangsit merangkai kata.<\/p>\n<ul>\n<li>Menyapa teman-teman di sekitar <em>cubicle <\/em>sambil <span style=\"color:#000000;\">mengeluarkan <em>laptop <\/em><\/span>dari tas.<em> <\/em><\/li>\n<li>Menunggu <em>laptop <\/em>menyala, menatap Jakarta dari lantai 14 melalui kaca tembus pandang. Posisi ini membuat saya bisa memantau pembangunan gedung-gedung bertingkat di daerah Kuningan. Saya juga bisa melihat pohon-pohon hijau masih berbaris rapih di sepanjang jalan Imam Bonjol, sedangkan di bagian Timur Jakarta isinya rumah semua \ud83d\ude00<\/li>\n<li>Saat <em>laptop <\/em>mulai nyala, saya memilih lagu-lagu mana yang akan memampukan saya merangkum semua abjad menjadi tips, trik, himbauan, atau bahkan hasil penelitian.<\/li>\n<li>Dari begitu banyak list lagu yang terekam dalam <em>winamp <\/em>saya, inilah beberapa lagu yang pada akhirnya membuat saya ikut bernyanyi, tersenyum, bahkan menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan&#8230;persis kaya anak kecil yang diputarkan lagu favoritnya berkali-kali.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Daftar lagu itu adalah&#8230;.<\/p>\n<h1 id=\"watch-headline-title\">1.Meaghan Smith &#8211; Here Comes Your Man<\/h1>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=-vVDyceJurM]<\/p>\n<p>Ini lagu ngga cuman berhasil bikin saya senyum-senyum dan menggeleng-gelengkan kepala, tapi juga membuat saya ingin naik sepeda dengan baju vintage dan biarkan angin menyibakkan rambut plus rok saya&#8230;Hahahaha saya jadi centil banget kalau denger lagu ini.<\/p>\n<p>Oiya, gaya Meaghan Smith, mengingatkan saya akan salah satu sahabat saya yang luar biasa unik Nidandelion Pedestrian&#8230;.Her dress, her smile, her hair&#8230;as matter a fact&#8230;Nida has a red bike!! This song for you my dearest \ud83d\ude00<\/p>\n<h1 id=\"watch-headline-title\">2.Bonita &#8211; Di Rumahku<\/h1>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=zEnIpCWyOEo&amp;feature=related]<\/p>\n<p>Bayangin kalau latihan aja mereka bisa sebagus itu, apalagi saya tiap hari dengerin versi life di <em>winamp <\/em>\ud83d\ude00 Selain lagu ini ada lagu Bangun. Musiknya ceria dan liriknya juga sangat positif. Lirik awalnya begini:<\/p>\n<p>Ku ucapkan pagi, matahari.<br \/>\nSaat ku bukakan jendela.<br \/>\nCerahnya senyummu, berseri-seri<br \/>\nLalu ku titipkan, kecupan<\/p>\n<p>Apa kabarmu, wahai hatiku.<br \/>\nKu sapa halus sayangnya&#8230;.<\/p>\n<p>Bagus ya&#8230;dan dijamin bikin kita bakal senyum-senyum bahagia.<\/p>\n<h1 id=\"watch-headline-title\">3.Frau &#8211; Salahku, Sahabatku<\/h1>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=3zYH_hu8PPs]<\/p>\n<p>Wah kalau ini lagu&#8230;.bener-bener bikin saya seakan mainin piano di atas keyboard komputer&#8230;hahahahahaha&#8230;which is so impossible. Pertama, saya ngga bisa main piano. Dan kedua, hello ini laptop bukan piano. Lagu ini membuat saya bernyanyi di depan teman-teman saya yang jumlahnya lebih dari 20 orang. Bernyanyi dengan iringan piano melalui <em>smartphone <\/em>saya. Hah&#8230;ini yang membuat saya ingin serius tenggelam dalam musik dan pertunjukan musik. Satu hari nanti, pasti.<\/p>\n<h1 id=\"watch-headline-title\">4.Adhitia Sofyan &#8211; Adelaide Sky<\/h1>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=l46lWoHgJoY]<\/p>\n<p>Ini adalah salah satu lagu Adhitia yang saya suka. Beberapa hari lalu saya malah menuliskan bagaimana pengalaman pertama saya menonton Adhitia secara live. Bisa dilihat <a title=\"Forget Jakarta with Adhitia Sofyan\" href=\"http:\/\/flyingsolighttothesky.wordpress.com\/2010\/12\/22\/forget-jakarta-with-adhitia-sofyan\/\" target=\"_blank\"><strong>disini<\/strong><\/a>. Lagu-lagunya Adhitia bisa pelan-pelan membuat saya menemukan ide untuk tulisan. Tapi ngga jarang juga, saya malah buka blognya Adhitia untuk ngeliat liriknya dan ikut nyanyi. Untung di kantor ngga ada kameranya, jadi ngga keliatan kalau sebenarnya saya sering nyanyi-nyanyi sendiri ketimbang nulis atau nyari bahan&#8230;hahahahaha<\/p>\n<h1 id=\"watch-headline-title\">5.Carla Bruni &#8211; Quelqu&#8217;un m&#8217;a dit<\/h1>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=XvyMG0z0FZY]<\/p>\n<p>Walaupun saya ngga ngerti sebenarnya dia bilang apa, tapi emang bener kalau ada orang bilang ngomong Perancis itu emang bikin seksi&#8230;Ini semua karena efek lidah belibet-belibet. Saya suka ngebayangin ngomong bahasa Indonesia dengan efek lidah belibet ini, langsung deh ilfil. Jadi ya biarkan Carla Bruni bernyanyi dengan bahasanya sendiri \ud83d\ude00<\/p>\n<h1 id=\"watch-headline-title\">6. Jens Lekman &#8211; The Opposite Of Hallelujah<\/h1>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=x4K90J59LQ4]<\/p>\n<p>Ah Jens Lekman, membuat saya mendengar lagu yang cerita. Iramanya ceria dan liriknya cenderung konyol dan sangat bersahabat. Saya suka menyanyikan lagu ini bersama Nidandelion Pedestrian saat kita berjalan di bawah lampu-lampu di jalan Kuningan, Jakarta. Belakangan, saya menikmati menjadi pejalan kaki berkat Nida. Dan satu lagi lagu Jens Lekman yang kita suka adalah&#8230;.<\/p>\n<h1 id=\"watch-headline-title\">7. Jens Lekman &#8211; A Postcard To Nina<\/h1>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Dmq3GXsMcHM]<\/p>\n<p>Nah kalau ini selalu bikin saya ketawa&#8230;.liriknya adalah cerita yang luar biasa ironi&#8230;.ah ironi emang selalu memberikan senyum di bibir. Tinggal pilih mau senyum geli atau senyum getir&#8230;.Karena saya tidak punya pengalaman seperti dalam lirik A Postcard to Nina, saya memilih senyum geli.<\/p>\n<h1 id=\"watch-headline-title\">8. Miike Snow &#8211; Animal<\/h1>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=ovnjuazwS8I]<\/p>\n<p>Nah di saat saya merasa sangat mandek sekali untuk mengumpulkan abjad menjadi kalimat dalam artikel, saya meminta Miike Snow bernyanyi untuk saya. Entahlah, musiknya yang <em>up beat<\/em> seolah berhasil membuat otak saya untuk bekerja lebih semangat (baca : tidak malas)<\/p>\n<h1 id=\"watch-headline-title\">9. Miike Snow &#8211; A Horse Is Not a Home<\/h1>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Es9cdIDZZyY]<\/p>\n<p>Apalagi kalau denger lagu ini&#8230;.rasanya pengen ada di dalam mobil yang lari dengan kecepatan tinggi di jalan tol. Saya biasanya mendengarkan lagu ini dengan volume yang penuh&#8230;..Jadi benar-benar merasa ada di tempat yang saya inginkan dan biasanya kata-kata pun mulai terangkai.<\/p>\n<h1 id=\"watch-headline-title\">10. She &amp; Him &#8211; In The Sun<\/h1>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=pZ3cTwI9bIw]<\/p>\n<p>Nah ini lagu, apalagi kalau liat klipnya&#8230;selalu bikin saya mau nari dan nonton theater musikal.<\/p>\n<p>Waks&#8230;.udah jam berapa ini dan artikel highlight-ku belum jadi&#8230;oke&#8230;sekian dulu bikin list lagunya&#8230;nanti lagi&#8230;diterusin&#8230;kalau mandek karena ngga bisa bikin artikel hahahahahahahahaha<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disaat deadline memburu di depan mata, saya malah membuat postingan ini \ud83d\ude00 Setiap pagi menuju siang, karena saya sampai kantor sekitar jam 10.30, ada rangkaian ritual yang saya lakukan untuk memanggil segala wangsit merangkai kata. Menyapa teman-teman di sekitar cubicle sambil mengeluarkan laptop dari tas. Menunggu laptop menyala, menatap Jakarta dari lantai 14 melalui kaca [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":346,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-378","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/346"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=378"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}