{"id":339,"date":"2010-12-22T12:33:00","date_gmt":"2010-12-22T12:33:00","guid":{"rendered":"http:\/\/flyingsolighttothesky.wordpress.com\/2010\/12\/22\/forget-jakarta-with-adhitia-sofyan"},"modified":"2010-12-22T12:33:00","modified_gmt":"2010-12-22T12:33:00","slug":"forget-jakarta-with-adhitia-sofyan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/2010\/12\/22\/forget-jakarta-with-adhitia-sofyan\/","title":{"rendered":"Forget Jakarta with Adhitia Sofyan"},"content":{"rendered":"<p>Dengan mengenakan kaos V neck rendah berwarna hitam dan celana pendek bunga-bunga cerah, saya menerobos Jakarta yang sepi. Dari Proklamasi 41, menuju Epicentrum Walk Kuningan. Tak ada aura kemacetan apalagi tampilan wajah kemalasan, saya senyum berseri bahkan nyaris deg-degan.<\/p>\n<p>Saya hendak bertemu seseorang, mendengarkannya bernyanyi. Setelah sekian lama saya hanya memintanya bernyanyi di laptop saya, tepat di kedua telinga saya melalui teknologi yang diberi nama <em>earphone. <\/em>Saya memintanya bernyanyi setiap hari, apalagi ketika hujan. Kalau tidak percaya, coba dengarkan lagunya ini:<\/p>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=w3He6D_jG6M]<\/p>\n<p>Judulnya After the Rain, sangat pas melihat butiran-butiran air dari langit itu jatuh menyentuh kaca gedung kantor saya. Dan saya yang duduk di lantai 14, bisa dengan puas menikmatinya seorang diri.<\/p>\n<p>Maka ketika saya melihat di Facebook, Adhitia Sofyan akan bernyanyi di acara Synchronize Season II-Epicentrum Walk, saya langsung berniat untuk hadir. Maklum Adhitia Sofyan, belakangan sering banget tampil di Bandung yang kemudian membuat saya berpikir, apa pindah ke Bandung aja ya?<\/p>\n<p>Dengan langkah kaki yang pasti, sepatu merah saya berhasil mendudukan saya di deretan paling depan. Saya berhasil mendengarkan dia secara langsung. Dan lagu pertama yang dinyanyikan adalah <em>Forget Jakarta. Soundtrack <\/em>yang pas untuk menghadirkan saya di salah satu &#8216;istana&#8217; Bakrie.<\/p>\n<p>Suara Adhitia tidak beda, sama dengan apa yang saya dengarkan melalui <em>winamp. <\/em>Malah ketika dia menyanyikan After the Rain, saya benar-benar berharap ada guyuran hujan ketika itu. Hingga kemudian dia bernyanyi Tik-Tik Bunyi Hujan, saya benar-benar pengen itu jadi lagu pemanggil hujan. Karena di lagu Tik-Tik Bunyi Hujan, dia menyanyikan seluruh bait dari lagu yang biasanya hanya kita ulang-ulang di bait pertama saja.<\/p>\n<p>Liriknya Adhitia itu sederhana dan bercerita. Ngga jarang sebelum nyanyi, dia kasih cerita singkat soal lagunya dan pas kita mendengar cerita itu dinyanyikan saya senyum-senyum sendiri. Lucu dan berasa berbunga-bunga. Contohnya lagu Memilihmu&#8230;dengerin deh&#8230;ada liriknya begini &#8220;Gitarku saja tak cukup jadi andalan&#8230;&#8221; Hahahahahaha&#8230;Denger sendiri deh..<\/p>\n<p>[youtube=http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=nOHjBxyimhA]<\/p>\n<p>Dan sore itu saya datang hanya untuk mendengarkan dia bernyanyi. Setelah itu pulang, sambil senyum-senyum kegirangan sendirian&#8230; Oiya, Adhitia ini dengan sukarela memberikan lagu-lagunya untuk didownload secara bebas kalau kita mau. Silahkan nikmati lagu-lagunya di <a href=\"http:\/\/adhitiasofyan.wordpress.com\/\"><strong>Blog Adhitia Sofyan<\/strong><\/a> and let&#8217;s forget Jakarta-lah<\/p>\n<p><!--Session data--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan mengenakan kaos V neck rendah berwarna hitam dan celana pendek bunga-bunga cerah, saya menerobos Jakarta yang sepi. Dari Proklamasi 41, menuju Epicentrum Walk Kuningan. Tak ada aura kemacetan apalagi tampilan wajah kemalasan, saya senyum berseri bahkan nyaris deg-degan. Saya hendak bertemu seseorang, mendengarkannya bernyanyi. Setelah sekian lama saya hanya memintanya bernyanyi di laptop saya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":346,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-339","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/346"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/priskasiagian.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}