Pesan Tulus Untuk Bipolar Disorder

Tak disangka, saya (kembali) menulis mengenai bipolar disorder. Dan latar belakang penulisannya masih sama, atas dasar rasa yang tulus untuk seseorang. Setiap kita pasti pernah merasa depresi atau euphoria dalam lingkaran hidup yang dijalani. Tapi tak semua orang memiliki kemampuan untuk menghadapi dua rasa yang jamak itu. Trauma masa lalu, kemampuan memecahkan masalah, dan mekanisme…

(Inilah) Arti Sebuah Nama

Bicara soal nama, kita pasti akan melirik Shakespeare melalui rayuan Romeo kepada Juliet,” What’s in a name? That which we call a rose.” Kalau di posisinya Romeo dan Juliet, mengganti nama bisa jadi harapan agar mereka bisa bersama selamanya. Tapi buat seorang sahabat saya, mengganti nama adalah caranya untuk menjadi utuh terhadap dirinya sendiri. Iya,…

Selangkah Menuju Penggenapan

Ada keberanian yang dititipkan Sahabat Kehidupan pada saya, yaitu keberanian untuk bermimpi. Tak tanggung-tanggung, saya meraup semua kemampuan untuk mengumpulkan mimpi sebanyak-banyaknya. Karena langit, luasnya tak terhingga, jadi banyak ruang untuk menempatkan mimpi saya pada awan biru itu. Dan kini, salah satu mimpi terbesar saya sudah di depan mata. Hanya tinggal selangkah lagi. Saya terharu…

Petualangan Pada Dunia Kertas

Menjelang 2011, saya menengok kembali apa saja yang sudah saya kumpulkan selama 2010. Di saat orang merangkum dengan cantik resolusi mereka, saya justru asik membersihkan debu dari rak buku saya. Sebenarnya saya lagi rajin aja.  Membersihkan debu buku, bukanlah ritual saya setiap kali tahun baru. Di kamar saya ada 1 lemari buku dengan 3 tingkat…

Lagu-lagu Pengumpul Wangsit

Disaat deadline memburu di depan mata, saya malah membuat postingan ini 😀 Setiap pagi menuju siang, karena saya sampai kantor sekitar jam 10.30, ada rangkaian ritual yang saya lakukan untuk memanggil segala wangsit merangkai kata. Menyapa teman-teman di sekitar cubicle sambil mengeluarkan laptop dari tas. Menunggu laptop menyala, menatap Jakarta dari lantai 14 melalui kaca…

Ritual Bercinta

Saat ini kita makan Setelah itu, kita minum Lalu kita berjalan mengitari rutinitas kedagingan. Jantung yang berdegup Wajah yang merona Senyum yang melintas Hingga tawa yang menetaskan kepekatan. Dan kita pun membiarkan semuanya terjadi Merebahkan kesadaran Melucuti keberadaan Demi sebuah rasa yang kita sebut, BERCINTA. Iya cinta, sebentar lagi kita melakukan itu semua Menggenggam tangan…

Renungan Natal : Ego Cinta Saya untuk Tuhan

Beberapa hari ini ada 3 hal yang selalu saya lakukan. Membaca buku, menulis, dan menonton pertunjukan musik. Hampir ketiganya sudah saya tulis di blog ini. Tapi kali ini saya ingin menggandengkan ketiganya dengan kebakitan malam natal. Semua saya kawinkan demi satu warna yaitu ego saya sebagai individu utuh. Jadi begini jalan ceritanya (biasanya kalau diawali…