Kolom Pertama

Termasuk warga Bekasi? Kalau iya, coba cari majalah Koridor, majalah kawasan yang dibagikan secara gratis untuk semua warga Bekasi. Nah kalau udah ketemu, buka halaman 14, tepatnya di edisi Juli 2012, di situ ada tulisan saya. Judulnya, Karena Hidup Adalah Perayaan. Ini adalah kolom pertama saya! Iya kolom, saya diberi satu halaman khusus untuk berbagi…

365 Hari Jatuh Cinta

Kalau ditanya gimana awalnya saya sama Daniel Hendrianto bisa suka sama suka…sebenarnya rada bingung juga untuk tahu persis kapan kita bener-bener sadar mulai sama-sama suka. Karena saya inget betul, pertama kali ketemu Daniel ngga ada rasa terkesima atau deg-degan. Biasa banget, bahkan dipastikan ekspresi saya flat ketika itu. Tapi niat Princess Grace Kamila Noer untuk…

Ini Budayaku, Mana Budayamu?

Sehari kemarin orang pada ribut ngomongin betapa (lagi-lagi) Malaysia sungguh keterlaluan untuk mengakui dan mencatat tarian Tor-Tor sebagai warisan budaya nasional mereka. Emosi meluap, cacian dilontarkan. Ada yang dengan semangat 45 mengekspresikan kepemilikan kebudyaan ini dengan cara menarik garis lurus tarian Tor-Tor dengan eksistensi suku batak di Indonesia. Lalu ada juga yang mengaitkan dengan nasionalisme,…

Go Away Black Spell

Beberapa hari belakangan, saya dikerubungi oleh energi negatif. Rasa pengen marah terus, menggeluh, dan menggerutu. Jangan tanya apa yang menyebabkan saya begitu, karena saya sendiri ngga ngerti kenapa. Energi negatif ini membuat saya menuliskan status ‘Senggol Bacok’ di mesin chat saya. Saya juga menuliskannya di mesin social media yang saya ikuti sih. Status-status itu melahirkan…

‘Bendungan’ Buku ala Belanda

Saat sedang mencari tahu apa yang menarik dari Belanda, saya menemukan fakta kalau di negara kincir angin ini terdapat sebuah toko buku terindah di seluruh dunia. Ngga tanggung-tanggung, Sean Dodson, sang pemberi rating  yang juga jurnalis dari the Guardian, menempatkan toko buku di Belanda ini di urutan pertama! Apa sih nama toko bukunya? Coba ketik…

Jangan Hakimi Aku dari Penyakitku

Sebenarnya sudah lama saya mau nulis ini. Semenjak Ibu Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih diumumkan mengidap kanker paru-paru. Bagaimana kemudian orang mempolitisir status kesehatannya ketika itu, untuk urusan politik-politikan ini saya ngga mau menjebak dirilah. Tapi saya menjadi mendidih ketika mendengar orang berkomentar, “Lah menteri kesehatan kok bisa kena kanker?” Pengen banget jawab komentar itu…

Beginilah Rasanya Jadi Pembicara, Deg-degan Cyyynnnn….

Dulu sewaktu bermimpi menerbitkan buku sendiri, saya pasang target, pokoknya buku pertama ngga boleh terbit di atas umur 30. Lalu bagaimana Sang Pemilik Hidup mempersepsikan mimpi saya? Buku pertama saya terbit, pas ketika hari lahir saya diperingati untuk yang ke-30 kalinya. Masih ketika merajut impian, saya tidak pernah membayangkan saya harus bercerita mengenai isi buku…