Migrasi ke WordPress

Belakangan, saya memang menemukan kendala setiap kali ingin posting atau comment di blog kesayangan saya ini. Bahkan sering kali untuk sekadar membaca di smartphone yang saya punya, loadingnya lambat sekali. Akhirnya terlinat pikiran untuk beralih ke wordpress. Saya dulu memang punya blog di wordpress. Ini blog serius buat saya, membahas segala sesuatu yang serius. Benar-benar…

Forget Jakarta with Adhitia Sofyan

Dengan mengenakan kaos V neck rendah berwarna hitam dan celana pendek bunga-bunga cerah, saya menerobos Jakarta yang sepi. Dari Proklamasi 41, menuju Epicentrum Walk Kuningan. Tak ada aura kemacetan apalagi tampilan wajah kemalasan, saya senyum berseri bahkan nyaris deg-degan. Saya hendak bertemu seseorang, mendengarkannya bernyanyi. Setelah sekian lama saya hanya memintanya bernyanyi di laptop saya,…

(Masih) Tentang Frau

Ah entahlah saya benar-benar lagi dibuai habis-habisan oleh Frau. Tidak hanya karena dia punya bakat yang luar biasa gila tapi juga karena dia berhasil membuat saya bernyanyi di depan umum. Frau adalah momentum kenekatan saya untuk menikmati spontanitas. Adrenalin yang mengalir keras membuat saya punya pengalaman baru bernyanyi dengan diiringi blackberry. Setelah menjadi nekat, musik…

Hidup adalah PERAYAAN!

Foto by Darisman Ingin tahu, tahun ini saya melakukan kegilaan apa untuk merayakan ulang tahun? Saya catwalk di atas meja dan nyanyi di depan teman-teman untuk pertama kalinya. EXTRAORDINARY, itu yang saya rasakan. Awalnya, saya tidak terpikirkan untuk merayakan ulang tahun. Terakhir kali saya merayakan ulang tahun kalau tidak salah pas SD, kelas 5. Tapi…

Les Voila!!

Seingat saya, di blog ini belum pernah ada tulisan yang membahas mengenai sepatu. Iya sepatu!! Sebenarnya saya bukanlah penggila sepatu, apalagi high heels shoes. Soalnya dulu saya tomboy jadi tidak pernah akrab dengan sepatu ber-heels. Kalau pun punya, paling tinggi 5 cm dan buat saya itu sudah cukup memuaskan langkah kaki saya. Tapi entah kenapa,…

Menghargai Diri

Senin (1/11) kemarin, saya dan Nida AKHIRNYA menonton Eat, Pray, Love. Penekanan pada kata,AKHIRNYA, karena sudah beberapa kali batal. Sebenarnya ada satu kali, kita bisa saja menonton film itu, tapi yang terjadi malah duduk di depan pintu theather-nya sambil makan semangkuk besar popcorn rasa manis dan asin. Hahahahaha itu pengalaman pertama, tapi sangat menyenangkan. Diliatin…