Temples Is My Beautiful Christmas Gift In Bangkok

Christmas is the time for families. But this Christmas we are far from our families. Adelina and Sasha’s visit gave us the most perfect touch to our Christmas, a warm existent of a family member. Both of them are our friends from Bulgaria and German, who now live in Kuala Lumpur. They are the sweetest…

Lost In Translation

Setelah lebih dari 10 hari tinggal di Bangkok, saya memutuskan untuk jalan-jalan sendiri. Sebelumnya jalan-jalan hanya dijangkauan Bangkok Mass Transit System (BTS). Kali ini saya memberanikan diri untuk jalan-jalan SENDIRIAN dan merasakan naik bis di rumble Bangkok. Sehari sebelum berangkat, saya mengumpulkan informasi tentang museum-museum yang bisa didatangin di Bangkok. Sebenarnya saya tertarik dengan Erawan…

Kolom Pertama

Termasuk warga Bekasi? Kalau iya, coba cari majalah Koridor, majalah kawasan yang dibagikan secara gratis untuk semua warga Bekasi. Nah kalau udah ketemu, buka halaman 14, tepatnya di edisi Juli 2012, di situ ada tulisan saya. Judulnya, Karena Hidup Adalah Perayaan. Ini adalah kolom pertama saya! Iya kolom, saya diberi satu halaman khusus untuk berbagi…

Filosofi Parasut Paralayang

Saya pernah membaca sebuah artikel tentang bagaimana manusia suka sekali memancing adrenalin dengan melakukan hal-hal ekstrim. Manusia suka bermain digaris tipis kematian yang bercampur dengan tantangan. Contohnya adalah menaiki roller coaster yang dengan kecepatan tinggi menanjak untuk kemudian menghempaskan tubuh pada derajat kemiringan yang tajam. Tidak cuman itu, roller coaster juga dengan ringan akan memutar…

Sad? Maybe You Need to Pray?

Tenang-tenang ngga usah panik baca judul itu, saya ngga sereligius judul itu kok 😀 Jadi begini keadaannya, saya menemukan judul itu saat tengah mencari tulisan tentang kesehatan di www.shine.yahoo.com. Tapi judul aslinya, “Angry? Maybe You Need to Pray.” Saya pun spontan tertawa dan melupakan rasa sedih saya. Sedih? Jadi, sebelum saya menemukan judul artikel itu,…

Makam, Dupa, dan Raja

Entah kenapa saya tidak pernah suka berbicara mengenai kematian. Ya, saya sering juga bilang karena saya terlalu mencintai hidup. Jadi kematian sepertinya tidak menarik. Maka ketika saya dan Nida merencanakan tempat-tempat yang akan dikunjungi saat liburan di Jogjakarta, Nida menyebut satu daerah. “Kita ke Imogiri Pris.” “Ada apa di sana?” tanya saya penasaran. “Ada makam…

7 Km Menuju Malioboro

Jalan kaki sama pedestrian seperti Nida memang menyenangkan. Ini saya alami sendiri. Karena terlalu sore mengunjungi museum Ullen Sentalu yang ada di Kaliurang, saya dan Nida terpaksa pulang dengan berjalan kaki. Jadi petugas museum memberi tahu kalau angkutan umum yang berupa mobil colt super tua, hanya beroperasi sampai jam 4 sore. Dan kita, baru keluar…