Lost In Translation

Setelah lebih dari 10 hari tinggal di Bangkok, saya memutuskan untuk jalan-jalan sendiri. Sebelumnya jalan-jalan hanya dijangkauan Bangkok Mass Transit System (BTS). Kali ini saya memberanikan diri untuk jalan-jalan SENDIRIAN dan merasakan naik bis di rumble Bangkok. Sehari sebelum berangkat, saya mengumpulkan informasi tentang museum-museum yang bisa didatangin di Bangkok. Sebenarnya saya tertarik dengan Erawan…

Setahun Menikah dan 32 Tahun

Jarak perayaan hari pernikahan dengan hari ulang tahun saya hanya semingguan. Hari pernikahan saya 10 November, sedangkan ulangtahun saya 18 November. Bukan….bukan…tanggal yang berdekatan itu bukanlah konspirasi saya agar saya dapat kado 2 kali dari suami. Alasan menikah di 10 November karena suami saya yang anak lulusan Institut 10 November itu terlalu cinta sama almamaternya….

Mendefinisikan Kepuasan Diri

Siapa yang bilang dengkuran suami yang naik-turun akan pas jika disandingkan dengan suara Celine Dion yang menyanyikan lagu Don’t Save It All For Christmas Day. Iya Natal memang masih sangat jauh, disaat para sahabat Muslim tengah jatuh cinta dengan Ramadan, saya sangat merindukan malam Natal. Sebenarnya ketika kerinduan akan Natal sedang menelusup masuk pori-pori kesadaran,…

What Sitcom Teach Me About Family Bonding

Lately, my husband Daniel, attracts my attention to The Cosby Show. I know, this an old sitcom series and I do have memories liking it. But watching it all over again has given me a new perspective. I remember one day, watching the Oprah Winfrey Show where they discussed about how The Cosby Show has…

Fashionable ala Paskibra

Sepanjang Juni kemarin, aktivitas saya sangat berhubungan dengan dunia fashion. Beuh do I sound like a fashion blogger now? 😀 Tapi ‘tugas’ yang saya emban selama Juni kemarin memang sangat bersentuhan dengan dunia keindahan busana. ‘Tugas’ itu adalah ketika saya diminta untuk menjadi salah satu juri dalam ajang Frozen Metamorpheus IV. Keren ya namanya. Ini perlombaan…

Memetakan Kebencian dan Perdamaian

“Kenapa ada perang? Iya kamu, jawab” “Supaya, kita bisa merasakan indahnya perdamaian.” Itu adalah kutipan tanya jawab yang terjadi di kelas Pengantar Ilmu Filsafat. Yang bertanya adalah dosen saya dan yang disuruh menjawab adalah salah satu teman satu jurusan saya. Saat itu, semuanya tiba-tiba tertawa geli. Entahlah, tapi saat itu saya ikut tertawa. Lalu, selasa…